Site icon Dinaviriya

Makna Barongsai dan Asal Usul Barongsai

Makna Barongsai dan Asal Usul Barongsai – Barongsai merupakan salah satu seni tradisional rakyat yang sangat populer di kalangan warga Tionghoa. Singa dianggap sebagai hewan keberuntungan di zaman kuno dan merupakan lambang yang dapat membawakan keberuntungan dan mengusir roh jahat. Oleh karena itu, hampir setiap perayan festival, hari-hari besar, pembukaan bisnis, pembukaan organisasi dan jamuan perusahaan, barongsai digunakan untuk menambah keceriaan dan meningkatkan suasana hidup serta harapan akan keberuntungan.

Karena letak geografis di daratan Tiongkok, kegiatan barongsai dibagi menjadi dua jenis yaitu Barongsai utara dan Barongsai selatan. Barongsai utara lebih populer di bagian utara Sungai Yangtze, sedangkan Barongsai selatan berasal dari daerah Foshan, provinsi Guangdong.

Bentuk Barongsai utara menyerupai singa asli, gerakannya luwes saat menari, menghibur penonton dengan melompat, menggelindingkan bola raksasa dan melintasi jungkat-jungkit. Kebanyakan barongsai di Asia Tenggara adalah Barongsai Selatan. Barongsai selatan memiliki bentuk yang perkasa, saat menari menekankan langkah kuda dan memiliki ekspresi serta ditemani oleh Buddha yang berkepala besar untuk membimbing para penari.
Baca juga : Makna Pemberian Angpao di Tahun Baru Imlek 

Asal Usul Barongsai

Catatan sejarah yang ditemukan pertama kali mengenai Barongsai adalah buku 洛阳伽蓝记 (luòyáng qiélán jì) yang ditulis pada abad ke-6 masehi di Dinasti Wei dan Jin. Buku tersebut mencatat adanya tarian barongsai dalam prosesi ritual agama Buddha. Namun tidak ada catatan khusus mengenai metode tariannya.

Ada juga yang menyebutkan bahwa Barongsai adalah berasal dari Dinasti Song pada masa Dinasti Nan-Bei (Dinasti Selatan-Utara) yang pada tahun 446 Masehi Kaisar Song Wen Ti memerintahkan Gubernur JIaozhou yang bernama Tan He Zhi untuk menaklukan daerah Linyi. Raja Linyi kemudian memerintahkan Fanyang untuk memimpin pasukan yang memakai tombak serta menunggangi punggung gajah yang tinggi dan besar untuk melawan pasukan Dinasti Song.

Untuk menghadapi pasukan yang menunggangi gajah ini, tentara Dinasti Song membuat banyak singa palsu yang masing-masing singanya dikendalikan oleh 2 orang tentara. Yang satu menggerakan kepala singa kemudian yang satu lagi menggerakan ekor singa dan bersembunyi di rerumputan. Pada saat pertempuran berlangsung, pasukan Dinasti Song melepaskan singa-singa palsu yang bermulut terbuka dengan darah dan langsung menuju gajah-gajah lawannya. Gajah-gajah tersebut ketakutan dan bertumbangan. Akhirnya semua pasukan Linyi berhasil dikalahkan oleh Pasukan Dinasti Song. Sejak saat itu, barongsai menyebar di kalangan tentara dan kemudian menyebar juga di kalangan masyarakat.

Catatan lainnya menyatakan bahwa Barongsai dimulai di Dinasti Tang yang pada saat itu adalah tarian yang dipertunjukan di Istana Kaisar dan hanya diperuntukan untuk hiburan dan kesenian. Kesenian Barongsai ini bermula dari mimpi Kaisar Tang Ming Huang yang melihat adanya raksasa yang bertanduk satu dengan mulut dan hidung yang sangat besar serta berbadan warna-warni.

Raksasa yang tidak berbahaya ini menggulirkan bola di depan tangga dengan postur yang perkasa. Untuk melihat fenomena ini lagi, Tang Minghuang meminta para menterinya membuat bentuk raksasa yang serupa di mimpinya ini kemudian menari dengan diiringi oleh musik. Tarian ini kemudian menyebar ke  kalangan masyarakat dan menjadi sangat populer. Di zaman Dinasti Tang, tarian Barongsai ini disebut dengan “Tai ping yue [太平乐]”.

Seiring dengan perkembangannya, tarian Barongsai ini dijadikan sebagai salah satu pertunjukan dan kesenian rakyat yang dapat membawakan keberuntungan dan mengusir hal-hal yang buruk sehingga setiap tahun baru ataupun pembukaan bisnis dan perayaan festival penting warga Tionghoa dapat kita temukan atraksi tarian Barongsai ini.

Exit mobile version