Qin Shi Huang – Kaisar Pertama Tiongkok

Qin Shi Huang – Kaisar Pertama Tiongkok, Qin Shi Huang [秦始皇] adalah Kaisar Pertama yang mempersatukan Tiongkok dari perpecahan dengan menaklukan 6 negara lainnya. Nama asli Kaisar Qin Shi Huang adalah Ying Zheng [贏政], dilahirkan di Ibukota Negara Zhao yaitu kota Han Dan [邯郸] pada tanggal 10 bulan 1 tahun 259 SM.  Putera Raja Qin Zhuang Wang [秦庄襄] ini naik tahta menggantikan ayahnya pada usia 13 tahun dan mendeklarasikan diri sebagai Kaisar pada usia 39 tahun, menjabat sebagai Raja Negara Qin dan Kaisar Dinasti Qin selama 37 tahun, wafat pada tanggal 10 bulan 9 tahun 210 SM.

Dalam sejarah China (Tiongkok), Kaisar Qin Shi Huang adalah seorang Politisi Terkenal, ahli strategi dan reformator, Politisi pertama yang mempersatukan Tiongkok dengan tangan besi. Kaisar Qin Shi Huang adalah Kaisar Pertama yang menggunakan Gelar Kaisar Huang Di [皇帝]. Gelar Huang Di ini kemudian digunakan selama berabad-abad berikutnya  oleh penguasa Dinasti di Tiongkok. Kata Huang Di ini berasal dari istilah San Huang [三皇] dan Wu Di [五帝] yaitu 8 Pemimpin dan Raja Terkenal di zaman-zaman sebelumnya.

Kaisar Qin Shi Huang mendirikan sistem pemerintahan terpusat atau sistem pemerintahan sentralisasi, semua kekuasaan berada di tangan Kaisar. Kaisar yang sering disebut dengan Shi Huang Di ini juga menerapkan sistem San Gong [三公] dan Jiu Qing [九卿] dalam mengelola pemerintahan negaranya. San Gong adalah 3 jabatan setingkat Perdana Menteri yang masing menangani Masalah Pemerintahan, Masalah Militer dan Masalah Dokumentasi, Hukum dan Inspeksi. Sedangkan Jiu Qing adalah Jabatan setingkat dengan Menteri.

Dalam Pemerintahannya juga, Kaisar Qin Shi Huang menghapus sistem pemerintahan Negara adipati dan menggantikannya dengan sistem pemerintahan daerah Provinsi, Menyatukan Tulisan, Menyeragamkan ukuran kereta, standarisasi ukuran dan alat ukur. Sedangkan di politik luar negeri, Dinasti Qin menyerang suku Xiongnu yang berada di utara dan menginvasi Negara Baiyue di sebelah selatannya. Qin Shi Huang juga memerintahkan membangun tembok besar yang saat ini kita kenal sebagai Tembok Raksasa China atau Wan Li Chang Cheng [万里长城].
Baca juga : Sejarah Dinasti Qin.

Sejarah Singkat Qin Shi Huang

Yi Zheng naik Tahta menjadi Raja Qin

Negara Qin merupakan salah satu Negara dari 7 Negara Adipati di Tiongkok pada masa ZhanGuo. Kakek Buyut Qin Shi Huang mengadopsi strategi “Menyerang Negara Tetangga Dekat, Bersekutu dengan Negara Tetangga yang berjarak Jauh”. Target utama dua Negara yang akan diserangnya adalah Negara Han dan Negara Wei yang berbatasan dengan Negara Qin. Sedangkan Negara Zhao yang jaraknya lebih jauh dari ibukota Negara Qin ini merupakan Negara sekutu utamanya.Untuk menunjukan ketulusan Persekutuannya, Negara Qin dan Negara Zhao saling bertukar sandera. Negara Qin mengirimkan seorang Putera Raja yang bernama Yi Ren [异人] (kemudian menggantikan namanya menjadi Zi Chu [子楚]) yaitu ayah Qin Shi Huang ke Negara Zhao sebagai sandera dari Negara Qin.

Lu Bu Wei [吕不韦] adalah kunci keberhasilan naiknya Yin Zheng ke tahta Kerajaan Qin. Lu Bu Wei yang juga merupakan pedagang kaya ini bertemu dengan Yi Ren yang pada saat itu sebagai sandera dari Qin di Negara Zhao. Meskipun kaya, Lu Bu Wei memiliki ambisi politik yang sangat tinggi. Lu Bu Wei berkeyakinan bahwa Yi Ren merupakan “dagangan yang akan menghasilkan hasil yang luar biasa”. Lu Bu Wei segera menyusun perencanaannya dan berteman dengan Yi Ren yang masih sebagai sandera itu. Pedagang yang kaya raya ini juga memberikan seorang wanita cantik yang bernama Zhao Ji [赵姬] (Ibu kandung Kaisar Qin Shi Huang) kepada Yi Ren. Untuk memperlancar rencananya, Lu Bu Wei menyediakan 1000 emas sebagai modalnya. 500 emas diberikan ke Yi Ren untuk mencari teman-teman sekutu yang dapat mendukungnya, 500 emas lainnya lagi digunakan untuk membeli perhiasan dan barang-barang unik untuk menyenangkan Pangeran An Guo Jun [安国君] dan istrinya Hua Yang Fu Ren [华阳夫人]. Hua Yang Fu Ren tidak memiliki anak, Lu Bu Wei kemudian berhasil membujuk Hua Yang Fu Ren dan Pangeran An Guo Jun untuk menerima Yi Ren sebagai anak angkatnya. Nama Yi Ren kemudian diganti menjadi Zi Chu [子楚].

Pada tahun 251 SM, Raja Qin Zhao Xiang Wang [秦昭襄王] meninggal dunia pada usia 74 tahun. Pangeran An Guo Jun naik tahta menjadi Raja Qin dengan gelar Qin Xiao Wen Wang [秦孝文王] sedangkan Hua Yang Fu Ren menjadi Ratu. Zi Chu (sebelumnya bernama Yi Ren, ayah Qin Shi Huang) diangkat menjadi Pangeran Mahkota. Masa Pemerintahan Raja Qin Xiao Wen Wang sangat singkat. Tahun pertama setelah kematian ayahnya, Raja Qin Xiao Wen hanya berkabung dan tidak langsung menjabat sebagai raja. Setelah berkabung, Raja Qin Xiao Wen Wang resmi naik tahta sebagai Raja Qin, namun Raja baru ini meninggal dunia setelah 3 hari resmi naik tahta sebagai raja. Raja Qin Xiao Wen Wang meninggal di usia 53 tahun.

Pangeran Mahkota yaitu Zi Chu (sebelumnya bernama Yi Ren) naik tahta menggantikan ayahnya menjadi raja dengan gelar Raja Qin Zhuang Xiang Wang [秦庄襄王]. Raja baru ini menunjuk Lu Bu Wei sebagai Perdana Menteri dan menganugerahkannya menjadi adipati Wen Xin Hou [文信侯]. Namun Raja Qin Zhuang Xiang Wang juga tidak berusia panjang. Raja Qin Zhuang Xiang Wang meninggal dunia pada usia 35 tahun yaitu 3 tahun setelah naik tahta menjadi Raja Qin.

Tahun 247 tahun, Putera Raja Qin Zhuang Xian Wang yang hanya berumur 13 tahun yaitu Ying Zheng naik tahta menjadi Raja Qin. Pada awalnya pemerintahannya, semua urusan negara dan pemerintahan dikendalikan oleh Lu Bu Wei. Lu Bu Wei membantu Ying Zheng membasmi potensi-potensi ancaman politiknya termasuk membunuh adik kandung Ying Zheng sendiri. Kekuasaan dan pengaruh Lu Bu Wei di Negara Qin sangat besar hingga melebih kekuasaan Raja Qin sendiri.

Di saat berusia 22 tahun yaitu di tahun 238 SM. Terjadi pemberontakan Lao Ai di Istana Qi Nian. Raja Qin Ying Zheng berhasil membasmi pemberontakan tersebut dan membunuh semua orang yang terkait dengan pemberontakan ini. Dengan alasan kelalaian menjalankan tugasnya, Ying Zheng juga memberhentikan Lu Bu Wei dari jabatan Perdana Menterinya dan mengungsikannya ke wilayah Ba Shu. Dua tahun kemudian, Ying Zheng mengirimkan utusannya ke Ba Shu dan memaksa Lu Bu Wei untuk bunuh diri. Dengan demikian, Ying Zheng secara resmi mengendalikan keseluruhan pemerintahan negara Qin.

Kaisar Qin Ying Zheng berhasil menaklukan 6 negara kerajaan lainnya di tahun 221 SM pada usia 39 tahun dan mengangkat dirinya menjadi Kaisar Qin dengan gelar Kaisar Qin Shi Huang yang artinya adalah Kaisar Pertama Dinasti Qin. Negara terakhir yang ditaklukannya adalah negara kerajaan Qi. Berikut ini adalah urutan 6 negara yang ditaklukannya.

  • 230 SM: Penaklukan kerajaan Han
  • 228 SM: Menyerang kerajaan Zhao
  • 227 SM: Menyerang kerajaan Yan
  • 225 SM: Penaklukan kerajaan Wei
  • 224 SM: Penaklukan kerajaan Chu
  • 222 SM: Penaklukan kerajaan Zhao dan Yan
  • 221 SM: Penaklukan kerajaan Qi, mempersatukan Tiongkok

Kematian Qin Shi Huang

Setelah berhasil mempersatukan China (Tiongkok) dan menjadi satu-satunya Kaisar di daratan besar ini, Qin Shi Huang berusaha untuk hidup selama-lamanya. Dia memerintahkan Xu Fu [徐福] dan ribuan anak-anak laki-laki dan perempuan ke Laut Tiongkok Timur untuk bertemu dan meminta kepada Dewa agar mendapatkan cara dan obat untuk dapat hidup abadi. Namun setelah pergi, Xu Fu tidak pernah kembali lagi.

Untuk mengambil hati rakyat yang baru dipersatukan dan untuk menunjukan kekuasaannya, Kaisar Qin Shi Huang melakukan perjalanan dalam skala besar sebanyak 5 kali. Dalam perjalanan yang kelima, yaitu tahun 210 SM, Kaisar Qin Shi Huang wafat di usia 50 tahun di Sha Jiu [沙丘] (sekarang di Guangzhong, Provinsi Hebei).

Atas dukungan dan berkolusi dengan Kasim Zhao Gao dan Perdana Menteri Li Si, Putra ke-18 Kaisar Qin Shi Huang yang bernama Hu Hai [胡亥] berhasil menjadi Kaisar Qin dengan gelar Qin Er Shi [秦二世] atau Kaisar Qin II. Tak lama setelah kenaikan Kaisar Qin II, terjadi pemberontakan petani yang dipimpin oleh Chen Sheng dan Wu Guang. Pemberontakan ini berhasil dibasmi oleh Dinasti Qin. Namun pemberontakan lainnya yang dipimpin oleh Xiang Yu dan Liu Bang berhasil menggulingkan pemerintahan Dinasti Qin. 4 tahun setelah kematian Kaisar Qin Shi Huang, tepatnya pada tanggal 14 bulan 11 tahun 206, Dinasti Qin musnah.

Dinasti selanjutnya yang menguasai daratan Tiongkok adalah Dinasti Han yang dipimpin oleh Kaisar Han Gao Zu Liu Bang.
Baca juga : Sejarah Dinasti Han.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Exit mobile version